Ceraia boothii (Teijsm. & Binn.) M.A.Clem., 2003


Dalam dunia anggrerik Indonesia, anggerik ini diterbitkan pertama kali di Jurnal Natuurkundig Tijdschrift voor Nederlandsch-Indië. Jakarta volume 24 halaman 318 tahun 1862.  Gambaran ilmiahnya dibuat oleh Johannes Elias Teijsmann dan Simon Binnendijk dari tanaman anggerik alam yang dikumpulkan oleh M. Booth dari Gunung Salak, Jawa-Barat. Nama Dendrobium boothii diberikan oleh Teijsmann dan Binnendijk atas jasa M. Booth menemukan tanaman anggrek ini di alam..

Anggerik ini pada mulanya dinamakan sebagai Dendrobium boothii, sejalan dengan perbaikan klasifikasi anggerik, kini marganya sudah dipindahkan ke marga yang lebih cocok dan tepat, sehingga namanya menjadi Ceraia boothii.

Ciri-ciri :
Tanaman anggerik ini menyerupai seperti tanaman anggerik merpati, namun berbeda di bentuk bunga dan ubi semu. Ubi semu dari Ceraia boothii berbentuk persegi empat bila di potong melintang. Bunga tidak membuka sempurna, dimana ujung lidah bunga terdapat umbai-umbai yang tak teratur. Pinggir dari kelopak rata.

F. A. W. Miquel memberikan keterangan tambahan pada ilustrasi anggerik ini di buku yang ditulisnya yang berjudul  Choix de plantes rares ou nouvelles, cultivées et dessinées dans le jardin botanique de Buitenzorg tahun 1864, bahwa bunga dari anggerik ini lebih banyak mempunyai kemiripan ke Dendrobium sanguinolentum Linld. yang dia tahu kala itu berasal dari Srilangka. Kemiripan yang dimaksud adalah adanya bercak krimson (Ungu tua terang) pada ujung ujung kelopak dan ekor bunga.
(V. Agustin 20022013)

Photo-photo dibawah ini adalah contoh anggerik Ceraia boothii, yang diambil dari alam di Kabupaten Garut, Jawa Barat, berbunga pada pada minggu pertama February 2013. Diabadikan oleh teman saya Tri Orchid.

Homotypic Synonyms: 
Dendrobium boothii Teijsm. & Binn., Natuurk. Tijdschr. Ned.-Indië 24: 318 (1862).
Callista boothii (Teijsm. & Binn.) Kuntze, Revis. Gen. Pl. 2: 654 (1891).
Ceraia boothii (Teijsm. & Binn.) M.A.Clem., Telopea 10: 290 (2003).


Penampilan tanaman anggerik Ceraia boothii (Teijsm. & Binn.) M.A.Clem.

Ceraia boothii (Teijsm. & Binn.) M.A.Clem.



Ceraia boothii (Teijsm. & Binn.) M.A.Clem.



Ceraia boothii (Teijsm. & Binn.) M.A.Clem.



Ceraia boothii (Teijsm. & Binn.) M.A.Clem.



Morfology dan detail bagian bunga

Lidah bunga tampak depan



Bagian  tepi ujung lidah berumbai-umbai kasar



Tampak belakang lidah



Dorsal sepal, petal dan kolum



Dorsal sepal, petal dan tiang tugu



Dorsal sepal, petal, kepala, kolum dan tiang tugu



Lateral sepal



Panjang lateral sepal c. 1 cm



Lebar lateral sepal sepal c. 6 mm




Penampilan  dan morfologi daun

Lebar daun c. 8 mm



Panjang daun c. 48 mm. Tangkai berpelepah.



Susunan daun seperti anggerik merpati



Tampak belakang daun.



Penampilan dan morfology umbi semu 

Lebar umbi semu c. 1 cm



Panjang umbi semu c. 3 cm



Umbi semu bersudut empat persegi.



Ilustrasi
Disunting dari buku Choix de plantes rares ou nouvelles, cultivées et dessinées dans le jardin botanique de Buitenzorg, t.: 24 (1864)




Basionym
Dendrobium boothii Teijsm.&  Binn., Natuurk. Tijdschr. Ned.-Indië 24: 318 (1862).


Sebaran - Distribution :
Java
42 JAW


Cara Hidup - Lifeform:
 Pseudobulb epiphyte



Posted 20022013

By Tun Jang with No comments

Peristylus goodyeroides (D.Don) Lindl., 1835


Anggerik dari Gunung Lawu


Homotypic Synonyms: 
Habenaria goodyeroides D.Don, Prodr. Fl. Nepal.: 25 (1825). 
Peristylus goodyeroides (D.Don) Lindl., Gen. Sp. Orchid. Pl.: 299 (1835).
Digomphotis undulata Raf., Fl. Tellur. 2: 37 (1837), nom. superfl.

Peristylus goodyeroides (D.Don) Lindl.



Peristylus goodyeroides (D.Don) Lindl.



Peristylus goodyeroides (D.Don) Lindl.



Peristylus goodyeroides (D.Don) Lindl.

Merupakan tanaman anggrek terestrial atau anggrek yang tumbuh di tanah. Bunga berwarna putih susu dan mengeluarkan aroma yang agak wangi.

Tanaman anggrek ini bisa tumbuh mencapai tinggi 1 meter. Tangkai bunga mencapai ukuran c. 50 cm atau lebih panjang. Berdaun lebar dengan lebar daun 5-8 cm dan  umumnya bisa mencapai panjang 12 cm lebih.

Bunga bunga berdiameter kecil sekitar 7-8 mm muncul di sepanjang tangkainya yang tegak. Ujung lidah tengah terdiri dari 3 lobus dimana lobus samping ukurannya lebih ramping , tapi mempunyai panjang yang hampir sama dengan lobus tengah yang lebih lebar. Bentuk  lobus-lobus lidah ini membentang atau menjari.

Setangkai bunga anggerik Peristylus goodyeroides membawah 30-50 kuntum bunga. Tanaman ini menyukai panas dan bisa beradaptasi di tempat teduh.
(Gatot Santoso, edit by V. Agustin)


Drawlines
Die Orchideen von Java, Figurenatlas, Heft 1, 1908, t.I - LXXXV Plate : V



Distribution:
Trop. & Subtrop. Asia (include homotypic and heterotypic synonym)
36 CHC CHS 38 TAI 40 ASS BAN EHM IND NEP WHM 41 CBD LAO MYA THA VIE 42 BOR JAW LSI MLY MOL PHI SUL SUM 43 NWG


Lifeform:
Tuber geophyte


Note :
(Dokumen 09 February 2013 oleh Gatot Santoso)

By Tun Jang with No comments

Peristylus gracilis Blume, 1825


Anggerik dari Gunung Lawu


Peristylus gracilis di perkenalkan pertama kali oleh Blume tahun 1825. Tanaman ini di dapat Blume dari hutan pegunungan Seribu di daerah Bogor (sylvis montium Seribu, Buitenzorg) dan berbunga di bulan Juni.

Peristylus gracilis Blume

Batang 
bersama bunganya bisa mencapai 70 cm tingginya, namun pada umumnya  rata-rata mencapai tinggi 40 cm. Daun terletak pada bagian bawah tanaman terdiri 5 sampai 10 helai daun dengan jarak ruas atau jarak antar daun sekitar 2 cm an.


Peristylus gracilis Blume

Daun
Ukuran daun bisa mencapai 13 x 3 cm meskipun umumnya daun daun berukuran lebih kecil dari ukuran ini.


Peristylus gracilis Blume

Perbungaan 
Umumnya sepanjang 20 cm, jangkung (tipis),  tangkai  12 cm dengan  3 daun seludang tangkai (bracts) yang terletak sekitar 3 cm satu dengan lainnya. Seludang tangkai ini berbentuk lanset, ujung runcing dengan panjang sekitar 1 cm.


Peristylus gracilis Blume

Bunga
Bunga berukuran kecil,  berwarna hijau, bergaris tengah  sekitar 8,5 cm. Dorsal sepal dan petal membentuk sedemikian rupa seperti helm yang melindungi alat kelamin bunga (column dan anther). Lidahnya berbentuk 3 lobus, dimana lobus sampingnya memanjang seperti kumis ke kanan dan kiri sekitar 7 mm panjangnya.


Peristylus gracilis Blume



In situ di Gunung Lawu



Peristylus gracilis Blume di Gunung Lawu

Dokumen ini merupakan Peristylus gracilis Blume asal Gunung Lawu.

Tanaman in situ ditemukan pada perkebunan bambu yang dimiliki penduduk setempat pada ketinggian c. 300-500 m dari permukaan laut.

Menyukai tanah berhumus, serta sering dijumpai di bawah pohon-pohon rindang oleh karena tanaman ini menyukai keteduhan.

Tinggi tanaman yang di temukan di Gunung Lawu umumnya berkisar 30 cm atau lebih. Jumlah kuntum rata-rata bunga per tangkai sekitar 40  lebih. Bunga berdiameter 5 mm, berwarna hijau dan tidak membuka sempurna.

Tanaman ini mempunyai umbi semu di tanah berbentuk bulat lonjong, diameter sekitar 1 cm dengan panjang sekitar 7 cm atau lebih. Mengalami fase dorman.

Musim berbunga bulan Februari.
(dokumen photo di buat tanggal 8-9 february 2013 oleh Gatot Santoso). 
(Gatot Santoso, edit by V. Agustin).


In situ di Gunung Lawu



Peristylus gracilis Blume




Drawlines
Die Orchideen von Java, Figurenatlas, Heft 1, 1908, t.I - LXXXV Plate :  V



Basionym
Peristylus gracilis Blume, Bijdr.: 404 (1825).


Distribution:
Malesia
42 BOR JAW LSI MLY MOL SUL SUM
43 NWG?


Lifeform:
Tuber geophyte

By Tun Jang with No comments

Pteroceras compressum (Blume) Holttum, 1960

Anggerik dari Gunung Lawu


Homotypic Synonyms: 
Dendrocolla compressa Blume, Bijdr.: 289 (1825). 
Aerides compressa (Blume) Lindl., Gen. Sp. Orchid. Pl.: 240 (1833).
Sarcochilus compressus (Blume) Rchb.f. in W.G.Walpers, Ann. Bot. Syst. 6: 498 (1863).
Thrixspermum compressum (Blume) Rchb.f., Xenia Orchid. 2: 121 (1868).
Pteroceras compressum (Blume) Holttum, Kew Bull. 14: 270 (1960).

Pteroceras compressum var. punctatum
Varian punctatum diberikan ke variasi anggrek ini merujuk ke totol totol kecil berwarna crimson keunguan yang terdapat pada sepala dan petala. Totol totol ini sangat berbeda sekali dengan pola yang terdapat pada specimen holotype.

Pteroceras compressum var. punctatum ini dikoleksi dari alam liar Gunung Lawu, oleh Gatot Santoso dan berbunga tanggal 03 January 2013. Ini merupakan Pteroceras compressum var. punctatum type Gunung Lawu.

Perbedaan totol bisa dibandingkan dengan totol holotype di LINK

Pada database ke terdapat heterotypic synonym yang merupakan species yang berbeda yang di sebut Pteroceras sumatranum, perbedaannya terlihat jelas adanya satu totol besar di sepala.  Lihat LINK
(V Agustin 04022013)

Pteroceras compressum punctatum



Pteroceras compressum punctatum



Pteroceras compressum punctatum



Pteroceras compressum punctatum



Pteroceras compressum punctatum



Pteroceras compressum punctatum



Pteroceras compressum punctatum



Pteroceras compressum punctatum



Pteroceras compressum punctatum

By Tun Jang with No comments

Flickingeria grandiflora (Blume) A.D.Hawkes, 1965

Anggerik dari Gunung Lawu


Homotypic Synonyms: 
Desmotrichum grandiflorum Blume, Bijdr.: 331 (1825). 
Dendrobium grandiflorum (Blume) Lindl., Gen. Sp. Orchid. Pl.: 77 (1830), nom. illeg.
Callista grandiflora (Blume) Kuntze, Revis. Gen. Pl. 2: 654 (1891).
Ephemerantha grandiflora (Blume) P.F.Hunt & Summerh., Taxon 10: 104 (1961).
Dendrobium conspicuum Bakh.f., Blumea 12: 69 (1963).
Flickingeria grandiflora (Blume) A.D.Hawkes, Orquídea (Rio de Janeiro) 27: 303 (1965).


Flickingeria grandiflora mulanya perkenalkan oleh Blume sebagai Desmotrichum grandiflorum Blume, di Jurnal Bijdragen tot de Flora van Nederlandsch Indie volume 7 halaman 331 tahun 1825.

Di jurnal itu secara singkat Carl Ludwig von Blume menggambarkan ciri tanaman yang dia koleksi dari Gunung Salak dekat Passir Jawa (Passir Java), Jawa Barat. Tanaman mempunyai satu pseudobulb berbentuk oval yang menyokong sehelai daun berbentuk oval pula, daun berbentuk pipi dengan ujung bertakik. Pada lidah bagian tengah ada garis berjumlah 3 dengan ujung lobus terbelah dua. Tanaman ini menurut Blume berbunga pada bulan Juli - Agustus.

Tahun 1830 John Lindley mencoba memperbaiki takson species ini ke genus Dendrobium. Namum pemakaian nama ini adalah num nudum karena nama Dendrobium grandiflorum sudah digunakan oleh species lain.

Tahun 1891 Carl Ernst Otto Kuntze mentransfer species ini ke genus Callista yang ia publikasi di Jerman pada jurnal Revisio Generum Plantarum volume 2 hal 654.



Tahun 1961, P.F.Hunt & Summerh kembali merevisi species ini ke genus yang dianggap lebih tepat di masa itu yaitu Ephemerantha.

Setelah itu, adanya upaya menghidupkan kembali genus dendrobium yang dibagi-bagi menjadi seksion-seksion membuat species ini kembali direvisi, oleh karena namanya dalan genus dendrobium adalah num nudum.

Dendrobium conspicuum
adalah nama baru untuk species ini yang diberikan oleh Reinier Cornelis Bakhuizen van den Brink yang terbit di Jurnal Blumea volume 12 halaman 69 tahun 1963. Nama baru ini bagi penganut takson yang menggunakan genus Dendrobium adalah nama yang valid karena tidak num nudum. Tapi herannya nama ini tidak banyak di kenal di Indonesia sebagai negara asal species ini.


Hingga akhirnya tahun 1965 A.D.Hawkes memperkenalkan genus baru, dia mentransfer species ini ke genus Flickingeria pada Jurnal Orchid Weekly. Coconut Grove, FL, 6 Jan. 1961. Kemudian karena kurang luas species ini terbit ulang di  Orquídea (Rio de Janeiro) volume 27 tahun 1965 yang di jadikan oleh database KEW sebagai reference.


Flickingeria grandiflora (Blume) A.D.Hawkes



Flickingeria grandiflora (Blume) A.D.Hawkes



Flickingeria grandiflora (Blume) A.D.Hawkes, 1965


Rhizome 
Agak pendek, diameter 4,5 mm dengan banyak akar.

Batang
Bercabang bebas, bulat, dengan garis tengah 3.3 mm dengan panjang batang 50 cm atau lebih.

Pseudobulb
Tidak terlalu pipi, kekuningan atau hijau kemerahan, dengan panjang 3-4 cm dan bergaris tengah sekitar 1 cm.




Daun 
Berbentuk seperti pisau bedah dengan ujung runcing kadang bertakik. Melebar mulai setengah panjang dari pangkal, dengan ukuran  9 cm x 2 cm, namun rata-rata ukuran daunya lebih kecil.

Bunga 
Berwarna putih. Umumnya bersemburat hijau atau ungu, 2.7 cm panjangnya dan 1.4 cm lebarnya.

Dorsal sepal
Lonjong dengan ujung runcing, 7.5 mm panjangnya dan 6 mm lebarnya.

Lateral sepal
Membentuk mentum (ekor bunga) yang panjang, besar dan tumpul dengan panjang ekor 2.2 cm. Panjang 1 cm dengan lebar 2.25 cm pada bagian pangkal lateral sepal.

Petal
Berbentuk seperti pisau bedah, agak atau tumpul, 7.7 mm panjangnya dan 3.3 mm lebarnya.

Lidah
2.5 cm panjangnya dengan 1.4 cm lebarnya bila sedang menjulur keluar. Ada 3 keels di bagian tengah, yang bagian tepi memanjang hingga mid-lobe sedangkan yang tengah lebih pendek. Side lobe umumnya tumpul. Mid-lobe  ujungnya terbagi dua dengan dalam dan lobulus nya membuka lebar dan agak bundar.


Flickingeria grandiflora (Blume) A.D.Hawkes



Flickingeria grandiflora (Blume) A.D.Hawkes

Sebaran
Meliputi di Jawa, Sumatra, Flores dan Timor. Beberapa litelatur menyebutkan dia ditemukan juga di China dan Vietnam. Species ini hanya di temukan di daerah pegunungan atau datarn tinggi. Dibanding dengan Sumatra, dia lebih umum dan mudah ditemuk di Jawa.  Menurut J. B. Comber species ini lebih seri8ng terlihat pada daerah di Jawa Timur dan Bali.

Photo photo pada halaman ini adalah specimen dari Gunung Lawu yang di capture oleh Gatot Santoso. Specimen ini berbunga pada penghujung January 2013 dan awal February 2013. Lama mekar 3 hari. Besar bunga umumnya lebih besar dari pseudobulbnya,  kakakter bunga besar ini oleh  Blume kemudian dipakai menamainya sebagai Desmotrichum grandiflorum.
(V. Agustin 01022013)

Flickingeria grandiflora (Blume) A.D.Hawkes

By Tun Jang with No comments

Phaius callosus (Blume) Lindl., 1831 forma albus




Phaius callosus albus



Phaius callosus albus



Phaius callosus albus



Phaius callosus albus



Phaius callosus albus



Phaius callosus albus



Phaius callosus albus


Flowers
Sepal and petal yellowish with white on tip. Flower c. 12.3 cm broad by c. 7.8 cm height. Labellum c. 5.2 cm long by 2.3 cm broad.

Plant collected in wild from Tasikmalaya on c. 900 m asl, west Java.  Flowering during January 2013.
Photo courtesy by Mr. Oni Raizo Tiad.

By Tun Jang with No comments